SLIDER

RECAP 2020 - and please be nice, 2021 :)

Menghela napas dulu, guys. Mohon maaf kalau postingan ini banyak misuh-misuhnya.

Jujur, dalam hati mohon maap saya ingin mengutarakan banyak keluh kesah bahkan umpatan-umpatan terhadap 2020. Bukan kepada Tuhan tentu saja, tapi kepada manusia lain yang membuat 2020 menjadi sangat buruk dan makin buruk sepanjang tahun.  Orang-orang yang gak percaya corona, peme**ntah, oversharer di social media, ugh. Tapi saya sendiri berhasil coping dengan hal-hal tersebut. Saya unfollow semua orang yang tidak spark joy. I don't follow any covid news anymore, even any politician, haha, soalnya sayang sekali, bagi saya tidak ada kabar baik untuk Indonesia sepanjang tahun :)

Di sisi lain, 2020 ini sepertinya menjadi tahun dengan banyak doa dan harapan, khususnya untuk orang-orang yang terlah berpulang. Jujur, saya tidak tahu harus bersyukur sebesar apa karena masih bisa hidup sampai tahun 2021. Saya tidak tahu apakah ini keberuntungan, atau ujian dari YME untuk bisa hidup tanpa sakit sama sekali di tahun 2020. Ya, alhamdulillah saya sendiri tidak pernah sakit di 2020 bahkan flu! Antisipasi corona membuat kita jadi lebih tinggi imun sepertinya ya.

Jujur saya benar-benar tidak kemana-mana, pernah ke mall hanya karena butuh tukang jahit, sisanya supermarket aja tapi seringkali hanya suami yang belanja, restoran hanya sekali saja yang outdoor karena ada keperluan dengan teman, udah gitu aja. Saya kadang iri sama teman bekerja yang diharuskan kerja di luar kota. Meskipun mereka mengeluh, tapi saya ingin di posisi mereka, bisa bergerak di luar rumah dan menikmati kota lain. Yah mungkin ini keluhan seorang ibu rumah tangga juga yang mungkin kangen suasana bekerja. Tapi seharusnya saya bersyukur tho, aman di rumah?

Anyway.. mari kita move on dan membuat tahun depan menjadi lebih baik.

Sebelum membuat To-do-list 2021 (saya tidak tahu mengapa orang-orang menyebutnya resolusi), saya ingin membuat TA-DA-list (term dari  Kristina Kuzmic), yakni hal-hal yang telah saya lakukan, meskipun hal-hal itu tidak menjadi resolusi alias to-do-list di awal 2020. Buat apa? Yaa..untuk bersyukur tentunya, siapa lagi yang bisa bersyukur selain diri kita sendiri? hehe.


2020 Recap/ Ta-Da-List

1. Baca 16 buku

Jangan diketawain ya. Karena target saya memang hanya 12 buku setahun, dan jujur saya bangga malah melebihi target tersebut. Maklum emak-emak tanpa ART nih, harus cari waktu untuk baca buku. Budget juga gak sebanyak itu untuk beli banyak buku hehe. Mungkin teman-teman saya merasa saya adalah tipe-tipe yang baca banyak buku, gak juga! Karena saya rada picky sama buku juga dan gak suka baca hanya karena pingin tau, tapi harus pingin tau banget.

Kenapa saya share Goodreads di blog? Bukan karena mau pamer buku lah, tapi karena saya ingin kasih rekomendasi aja mana buku yang worth it, mana yang enggak. Karena, you know, buku kan juga banyak yang mahal, jangan sampai rugi gitu belinya. Lalu untuk ibu-ibu kayak saya, waktu itu terbatas sekali. Harapan saya lebih baik kalau ada waktu, baca yang benar-benar worth it aja kecuali memang hobby membaca dan tidak masalah kecewa terhadap buku. Kalau dulu pas saya masih lajang sih, gak apa-apa baca buku yang gak pernah denger sebelumnya, kecewa juga ga masalah hihi.

2. Membuat hampir 40 blog posts

Again, jangan diketawain lagi haha. Target saya sebenarnya 50 blog posts dalam satu tahun, tapi ternyata gak tercapai, huhu. Anehnya saya punya hampir 100 draft di blog. Huft. Ya, sebenarnya banyak sekali yang masih ingin saya share di blog ini, tapi saya tidak bisa mengalahkan perfeksionisme saya. But, hey! Ini jauh lebih produktif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (di blog lama saya) yang bahkan ngeblog hanya kalau mood saja hehe. Semoga selanjutnya saya bisa lebih berkomitmen dan konsisten dalam membuat blog. 

3. Punya Rumah

Dari sekian banyak hal yang tidak saya lakukan di tahun ini, ini mungkin menjadi satu-satunya sumber rasa syukur terbesar. Tidak apa-apa tidak kemana-mana, tapi alhamdulillah diberikan tempat bernaung yang baru. Alhamdulillah sebesar-besarnya. Alhamdulillah Afka juga betah dengan lingkungan yang baru. Lingkungan yang Alhamdulillah warganya juga baik-baik (paling tidak, tidak ada yang aneh2 dan bermasalah gitu lho), semoga bisa terus nyaman dan berkah di rumah ini. Aamiin.

4. Hamil dan Menerima diri Sendiri

Meskipun ini tidak ada dalam to-do-list 2020 HAHAHA, tapi saya bersyukur sekali. Meski di awal sempat denial, tapi justru dengan kehamilan ini saya menjadi sangat tercerahkan, apalagi di akhir tahun ini. Jujur semenjak kehamilan, saya lebih menerima diri saya apa adanya. Ternyata, saya selama ini belum terlalu acceptance menjadi ibu. Saya semacam menyerah dengan kondisi. Saya terlalu berkutat dengan parenting dan bahkan mengabaikan diri saya sendiri. Baru kali ini saya berkaca menatap wajah saya dan merasa "oh, Syakira masih ada". Mungkin lebih lengkapnya saya ceritakan di postingan tentang trimester ke-dua.

Intinya, kalau gak ada dedek, mungkin saya gak akan pernah bercermin lagi, mungkin saya gak akan beberes rumah jadi rapi, mungkin saya gak bakal ikut kelas-kelas online lagi, mungkin saya gak belajar lagi, gak baca buku lagi. Mungkin saya akan  semakin hilang, mungkin saya akan delete instagram lagi. Tapi semua itu tidak jadi, alhamdulillah. Because i've found my self. Mungkin pada bingung apa hubungannya hamil lagi sama menemukan diri sendiri, saya juga bingung, tapi ini yang terjadi pada saya hehe.

**

Kemudian mari kita lanjutkan hidup, tanpa melihat sudah atau belum berakhirnya corona di 2021. Selain bertahan hidup, ini beberapa hal-hal yang ingin saya lakukan di 2021


2021 To-Do-List

1. Lahiran normal dan memberikan ASI Exclusive

Ini lebih ke doa atau to do list ya? Sebenarnya mungkin doa. Tapi kenapa dijadikan to-do-list? Karena ini semua butuh usaha cuyy, yang step by stepnya mungkin gak di share detail di sini. Gak ada lahiran normal tanpa usaha, gak ada ASI exclusive tanpa usaha. Kalaupun nanti ini gagal, ya gak apa-apa, semoga bisa ikhlas menerima karena sudah berusaha sebaik mungkin, bukan karena pasrah, hehe.

Sebagai catatan, saya memang dulu lahiran normal, meski pakai induksi, dan saya ingin lahiran lagi, tapi kalau bisa tidak pakai induksi hehe. Semoga saya berjodoh dengan klinik bidan yang saya incar. Aamiin aamiin. Kenapa keinginannya terkesan idealis? Karena ya mau tidak mau kita kan ingin yang menjalani proses-proses yang terbaik. Bagi saya, hal ini sebagai tujuan dalam usaha saja, tapi di lain sisi kita juga harus siap dengan segala kemungkinan yang ada, harus ikhlas, tanpa menurunkan usaha dan semangat dalam mencapai yang terbaik.

(baca juga: My Birth Story pt. 1)

2. Potty Training Afka!

Saya sudah membaca beberapa buku potty training, dan mengikuti kelas potty training. Tapi entah kenapa saya masih reluctant untuk memulai Potty Training. Entah karena saya masih ragu Afka sudah siap, atau saya yang belum siap? Jujur saya memiliki sedikit trauma dalam hal pertoiletan, tapi bukan di masa kecil, dan saya gak bisa cerita. Jadi, kalau misalnya di rumah ada suami, sebisa mungkin ya suami yang ngurusin pup baby. Saya sendiri agak takut dengan urusan toilet anak, takut capek, takut kotor, takut Afka trauma, takut sayanya emosi, dll. Entah kenapa banyak ketakutan yang entah kapan bisa terselesaikan. Target saya sih Afka sudah potty training di usia 2,5 tahun, yaaa..bismillah aja, hehehe doain saya juga ya :D semangat juga untuk mamak-mamak yang mau potty training anaknya! Semoga lancar dan berhasil!

3. Baca 14 Buku dan membuat 50 Blogposts

Menyambung TA-DA-list yang tadi, harapannya di tahun ini bisa lebih produktif dan lebih konsisten dalam membaca dan sharing hal bermanfaat. Nambah targetnya sedikti saja yang penting bisa tercapai. Bukan untuk siapa-siapa atau cari muka, tapi untuk diri sendiri, yang sadar tidak sadar masih bodoh, masih butuh untuk berkembang, mengasah skill, dan dengan target-target ini bisa mengembangkan diri meskipun tidak ada tuntutan dari siapapun.

4. Berbagi lebih banyak melalui Instagram dan Youtube

Tahu gak pertama kali saya punya ingin membuat yotuube chanel? Yaitu saat SMA. Waktu itu saya ingin berbagi mengenai kegiatan lab yang ada di sekolah. Terus beberapa tahun kemudain saya mulai suka make up, saya ingin berbagi dari youtube, tapi saya gak pernah lakukan! Menyesal? Ya! Pada dasarnya saya suka berbagi apa yang saya ketahui dan saya sukai.

Kenapa sih Syak, emang mau jadi artis hahh?? Engga lah, ga bakal bisa jadi orang-orang trending itu and money is not my orientation. Saya cuma ngerasa, banyak hal yang ingin saya share, tapi bahkan cerita di IG atau di blog itu ga bisa mengungkapkan apa yang akan saya bagikan, gitu loh. Kayak masih merasa kurang, atau mungkin saya merasa mager banget menulis panjang, sepanjang apa yang mau saya sampaikan atau mungkin demonstrasikan (yes, ingin sekali mendemonstrasikan beberapa hal nanti di youtube). Dan saya (kayaknya) sudah mulai meningkatkan kepercayaan diri (karena proses penerimaan diri sebelumnya), jadi mungkin bisa lebih leluasa untuk bicara di depan kamera. (semoga benar sih dan gak tiba-tiba gak jadi gitu wkw.)

Saya harap saya bisa mewujudkan keinginan saya ini. Inginnya membuat chanel mengenai parenting dan zero waste, ya mirip lah dengan isi blog ini. Karena sampai sekarang hal itu yang masih menjadi concern saya. Doain semoga tercapai ya!

Ohiya, saya sih sudah sering berbagi melalui instagram highlight. Tapi ya itu, menurut saya, sharing di highlight itu masih moody dan terlalu suka-suka. Pembacanya juga sebagian besar hanya teman dekat karena saya memang membatasi interaksi saya di Instagram. Tapi menurut saya, saya jadi merasa sharing saya kurang bermanfaat, mungkin saja banyak orang lain yang butuh informasi dari saya. Mungkin akan lebih bermanfaat kalau saya memberanikan diri untuk sharing di feed (selama ini saya juga terlalu tidak percaya diri untuk sharing di feed karena belum menerima diri saya seutuhnya). 

Kalau mau lihat sharing-sharing saya terkait parenting dan zero waste selama ini lihat di highlight instagram saya ya :)

5. Jalan-jalan Berdua dengan suami

Anak mulu-anak mulu, diri sendiri mulu. Padahal saya hidup dengan suami, pakai uang suami pula. Tapi kasian ya bapak yang satu ini, jarang dibahas, hehe. Sejujurnya corona juga membuat pernikahan kami menjadi lebih dull. Apalagi kami juga sibuk dengan anak, yes Afka kan anaknya difficult hehe dan butuh banyak perhatian. Kami juga mengurus rumah sendiri, jadi lah kami hidup cuma bagi-bagi tugas.

Setiap saya ajak, "kita jalan-jalan berdua yuk", dia pasti bilang "maunya bareng Afka." I'm like, rolling my eyes, lol. Jujur pingin lagi jalan-jalan melalang buana berdua kayak pas honeymoon. Afka sama adek dititipin aja (haha), kita perbaikin dan tingkatkan kualitas pernikahan kita, balikin tujuan pernikahan kita. Masih 3 tahun udah dull. Semoga tahun ini lebih baik, dan punya rejeki untuk mengisi waktu berdua, karena kita hidup berdua masih lama banget hehe.

Bapak Hari i hope you read this. huehue.

**

Dan untuk semuanya, please be nice, 2021 :")

Bismillahirrahmanirrahim..

No comments

Post a Comment

© Catatan Ibun | Parenting and Mindful Living • Theme by Maira G.