SLIDER

BABY A 19 MONTHS - milestone series

Thursday, 20 August 2020


Usia nanggung hehe, tapi fantastis. Entah kenapa sekarang hari-hari itu terasa sangat cepat, mungkin karena efek pandemi ya. Tau-tau udah setengah tahun aja nih 2020.  Tapi ya ambil hikmahnya aja, menurut saya, saya jadi bisa lebih seksama memperhatikan perkembangan Afka. Biasanya sih kalau bosan atau tidak ada ide saya suka jalan-jalan keluar sama A, main, belanja, ngurus ini itu, tapi sekarang saya sangat meminimalisir keluar, sehingga saya harus cari ide agar A bisa terhibur di rumah aja hehe. Saya jadi lebih banyak observasi A di masa pandemi ini.

Bisa inisiatif bilang sayang

Di awal usia 20 bulannya, dia tiba suka tiba-tiba mendatangi saya trus peluk dan bilang "ayang ibun". TERHARU BANGET GA SIH. Misal dia lagi main, tapi ibun lagi gak perhatikan, trus dia tiba-tiba datang ke saya trus peluk dan bilang "ayang ibun". Idiiih yaampun ibun ge er. Sebenarnya dia udah bisa bilang sayang, tapi kalau inisiatif datang sendiri dan mengekspresikan perasaannya kayak gitu belum, baru bulan ini hehe. Sejak itu, biar abahnya gak cemburu, jadi ngajarin juga "Afka sayang abah ngga?" Untungnya dia juga bilang "ayang abah" hehe.

Bisa bilang maaf

Saya sudah mengajarkan dia meminta maaf sejak awal. Saya mulai dari memberi contoh dari diri saya sendiri. Ya gimana, dulu rasanya banyak salah banget sama Afka awal-awal lahiran, gak bisa nyusuin, atau gak jagain dia sampai dia jatoh, dll, haha (curhat), trus saya minta maaf ke dia. Bagi saya, saya ingin menormalisasi aja buat meminta maaf kepada anak.

Nah kalau saya mengajarkan meminta dia utk meminta maaf itu, kira-kira dulu saat dia mulai bisa bertingkah, mulai sadar kalau dia bisa dapat respon atas tindakannya, juga mungkin sejak dia mulai paham kalau ngomong bisa pakai bahasa isyarat. 

Nah, sekarang ini dia kan masih suka banyak tingkah, dan bikin saya marah. Kalau kayak gitu saya cuma bilang "ibun marah karena Afka tidak nurut", atau "ibun marah, karena sakit" (misal puting digigit), trus amazingly dia bilang "map ibun" atau "map iya" (maaf ya) sambil juga menggerakkan Baby Sign Language-nya. Menurut saya itu dia belajar dari saya sendiri yang suka meminta maaf kepada dia kalau saya yang membuat dia kecewa.  I'm so proud of him. Kalau lagi inisiatif bilang maaf, mau saya kesal juga saya berusaha  meredakan amarah saya saja agar dia merasa meminta maaf itu tidak sia-sia kok.
Normalize apologizing to children.

Bisa menyusun 3-4 kata 

Pesat sekali memang perkembangan bahasa usia-usia sejak 18 bulan. Afka udah mulai bisa bilang "mobil afka mana?"  (mbin aka mana), atau "mau dongeng truk aja" (ongeng tuk aja). Kata dan kalimatnya mulai makes sense, dan sangat bermakna. Sebenarnya mostly hanya saya yang paling mengerti kata-kata yang dia ucapkan, untuk orang lain bahkan abahnya kadang ada yang gak ngeh dia bicara kata apa, tapi bagi saya, sudah jelas sekali hehe. Ya namanya ibu-ibu, emg yang paling ngerti anaknya hehehe.

Fanatik dengan Truk

Setelah bulan bulan kemarin fanatik dengan kupu-kupu, cicak dan kucing, dia mulai beralih ke truk. Entah kenapa dia suka banget truk, dibandingkan mobil dan motor. Semua dimulai ketika dia bisa notice setiap ada truk yang lewat pas naik mobil. Dan dia teriak excited banget setiap truk lewat "TUK!!" (truk). Mungkin karena dia punya buku soundbook yang ada truknya ya, buku Noisy Vehicle, kado dari teman-teman ibunnya Afka hehe. Nah mulai deh dia tambah dibeliin mainan truk dan mainin terus-terusan. Dia sekarang belum tertarik lagi sama binatang-bintang hahaha. 

Bisa Menyebutkan 1-10

Sebenarnya saya gak punya program khusus mengajarkan angka atau matematika. Saya cuma suka melibatkan dia dalam menghitung benda-benda yang ada di sekitar, kayak jari, jumlah mainan dll. Sebelumnya, jaman berapa bulan ya, kayaknya awal-awal dia bisa ngomong, dia bisa nyebutin 1, 2, 3 aja. Kemudian upgrade menjadi 1, 3, 5,7 LOL. Kemudian 1,2,3,5,7 jiah digabung gitu. 
Nah mulai bulan ini baru deh bener-bener bisa lancar, bahkan suka sok dicepet-cepetin, ngitung 1-10 trus "hore!" sendiri wkwkw. Ohya ngitung ini cuma nyebutin aja ya, bukan berhitung benda beneran itu mah dia masih suka ngasal.

Mulai Suka "Mewarnai"

Tentu bukan mewarnai seperti anak TK, tapi yang saya lihat dia mulai memfokuskan coretannya hanya pada sebuah gambar. Dari dulu dia suka gambar sejak dikenalin pinsil dll. Yang follow IG saya dari awal tahun pasti tau saya suka kasih dia coret-coret di kardus besar, kardusnya dipasangin di tembok. Sekarang, dia kan suka minta saya gambar sesuatu, kayak truk, gambar tangan dia, gambar muka afka, kucing dll, nah habis itu dia yang "mewarnai" gambarnya. 

Menikmati dongeng

Sejak A udah bisa bicara, saya jadi semangat mendongengi dia sebelum tidur. Dulu saya coba-coba sih dongengi dia sejak bayi, tapi jujur aja gak seru, karena belum ada respon dan seringkali gak didengarkan, hahaha, lebih seneng nyanyiin aja. Sekarang dia excited dan berusaha mendengarkan banget kalau saya mendongeng. Terus gak lama juga dia mulai bisa request mau didongengi apa. Tentu saja, dia suka request dongeng tentang truk, bener-bener udah gak tertarik kalau saya mau dongeng binatang. 

Nah perihal dongeng ini sebenarnya saya ingin bahas lebih lanjut di lain post karena menurut saya seru banget. Dongeng yang saya berikan juga bukan dongeng susah-susah kok, sekedar cerita sehari-hari aja, misalnya ada truk pasir, kerja, naroh pasir, pulang deh hahahaha. Nah cerita simpel gitu aja dia udah excited dan minta diulangi terus menerus. Mungkin makin besar nanti makin bosen kali ya dan ingin dongeng dengan masalah lebih kompleks. Meanwhile yg simpel-simpel aja dlu, nanti kalau udah waktunya googling aja dongennya hahaha.

** 
Gak sabar nunggu dia 20 bulan bisa apalagi , hehe. Menurut teman-teman mana yang paling menarik di antara milestone Afka bulan ini? :D

SELAMAT PEKAN MENYUSUI DUNIA 2020! - menyusui untuk bumi lebih sehat

Sunday, 2 August 2020



Selamat pekan menyusui sedunia 2020! Memanggil para emak-emak yang begadang demi nyusuin dan pumping ASI malem-malem, yang putingnya ledes dicokot bayik, yang punggung pinggang tangannya pegel gendong bayi. Semangat! Emak-emak hebat!

Tema pekan menyusui kali ini sangat menarik  buat saya. Saya memang beberapa tahun ini concern dengan isu lingkungan, dan finally, this topic come accross. Breastfeeding for healthier planet. Menyusui untuk bumi yang lebih sehat? 
Mungkin beberapa teman-teman ada yang bingung, kenapa sih menyusui berpengaruh terhadap lingkungan? Maksudnya kaitannya dari mana sih? Kok kayak gak nyambung.
The international theme for WBW 2020 (1-7 August) is Support breastfeeding for a healthier planet. The focus is on the impact of infant feeding on the environment and the imperative to protect, promote and support breastfeeding for the health of the planet and its people. Breastmilk is a natural, renewable food that is produced and delivered to the consumer without pollution, packaging or waste. When we protect and support mothers and breastfeeding, we are also reducing the impact on our air, water and land, protecting our young ones and future generations. Breastfeeding is a sustainable way to feed our infants and young children and provides food security for them in emergencies and climate-related disasters.
sumber: klik di sini
-
Disclaimer dulu ya, saya tidak berintensi mendiskreditkan para ibu yang tidak menyusui ASI anaknya. Saya hanya ingin mendukung breastfeeding week dan aktivitas menyusui. Saya juga tidak melarang minum susu sapi, dan saya serta anak masih minum susu dan turunannya sebagai rekreasional (tidak sebagai konsumsi sehari-hari). Baca postingan ini sampai akhir yaa ;)
-

Sedikit gambaran tentang apa yang saya suka bahas di IG atau di blog ini, yakni tentang lingkungan. Saya suka membahas bagaimana cara kita agar tidak menyumbang sampah ke TPA dan memperburuk pemanasan global, bisa lihat di postingan ini: Memulai Zero Waste Lifestyle.

Nah, seperti kita tahu, alternatif menyusui selain ASI adalah memberikan susu formula, setelah usia 1 tahun, mungkin anak mengkonsumsi susu UHT atau susu pasteurisasi. Susu formula sebagian besar menggunakan susu sapi sebagai "pengantar" yang katanya kaya vitamin dan mineral yang dibutuhkan bayi. Yang perlu diketahui adalah, industru susu sangat tidak ramah lingkungan. Perlu lahan besar untuk membuat peternakan sapi serta memiliki jejak karbon yang sangat besar. Selain itu packaging dari susu formula berkontribusi menyumbang sampah.

ASI sendiri merupakan cairan yang sangat natural, tidak perlu industrialisasi, polusi, kemasan dan limbah. Ya, selain merupakan asupan yang paling sehat untuk bayi,  ASI sangat ramah lingkungan. Untuk itu, ibu menyusui perlu dukungan untuk memberikan ASI, minimal ASI eksklusif 6 bulan, dan jika mampu sampai 2 tahun.

How does breastfeeding help the planet?
Feeding at the breast also reduces waste – from production to feeding, no products are needed, just mom and baby's bodies. Bottles and packaging take energy to manufacture, promote, and recycle. ... Breastfeeding moms do their share in protecting the environment every day, and so do we. (source: medela.us)

DEMAND

Tentu saja produksi besar-besaran susu formula tidak terjadi begitu saja, tapi karena adanya demand yang besar. Masalahnya, demand yang besar terhadap susu selain ASI tersebut tidak datang karena bayi benar-benar butuh susu formula. Seringkali justru lingkungan memojokkan ibu menyusui untuk lebih memilih susu formula daripada ASI. Banyak yang bilang "anaknya kecil karena ASI-nya jelek" lah, ada yang bilang "susu X bagus karena vitaminnya lengkap lah" (pastinya kemakan iklan), dan yang paling sedih adalah, ketidakpercayaan diri dan kurangnya edukasi dari ibu itu sendiri bahwa dirinya bisa memproduksi ASI yang merupakan cairan paling lengkap nutrisi untuk bayi.  Lingkungan dan support system sangat berpengaruh besar untuk keberhasilan menyusui. Sebenarnya yang harus teredukasi bukan hanya ibu tapi juga lingkungan support system ibu, alias semua orang, hehe.

Sekali sudah kenal susu formula karena kegagalan di awal masa menyusui, biasanya lanjut terus sampai setahun, dua tahun, bahkan sampai setelah menyapih pun anak terus menerus dianggap membutuhkan susu. Padahal ada banyak cara kok supaya ibu bisa kembali menyusui, dan tidak semua bayi membutuhkan susu kok selama makanannya bervariasi dan bernutrisi,  serta anak tidak ada kondisi medis tertentu.. 

MENYAPIH dan MPASI

Adapun beberapa ibu yang sudah berhasil menyusui ASI 2 tahun, merasa HARUS memberikan susu tambahan, yang katanya untuk menunjang pertumbuhan. 4 sehat 5 sempurna, sebuah slogan yang kadaluarsa dan entah memangku kepentingan siapa, sampai-sampai gambar susunya ada di tengah dan paling besar. Buktinya, Indonesia juga masih jadi negara dengan angka stunting yang tinggi.
Untungnya slogan tersebut diganti menjadi Isi Piringku yang medorong pemberian makanan menu lengkap dan beragam (susu masuk ke protein). Dengan begitu, harapannya anak Indonesia bisa makan dengan lengkap dari sumber yang bervariasi dan tidak HARUS minum susu. 

Padahal, fungsi menyapih adalah menghentikan pemberian susu karena anak sudah bisa belajar makan dari proses MPASI. Sayangnya pemahaman itu belum diterima oleh masyarakat, hingga sampai dewasa pun manusia masih bergantung dengan susu, jadi kapan tersapihnya ya ? 

Proses belajar makan melalui MPASI juga sama pentingnya dengan menyusui. MPASI juga merupakan proses menyapih lho. Anak perlu belajar makan yang baik, perlu kenaikan tekstur, belajar mengunyah yang tepat, dan berkenalan dengan bervariasi makanan. Kecintaan terhadap makanan asli perlu ditanam di masa MPASI ini. Kebanyakan orangtua tetap memberikan susu setelah menyapih hanya karena "anak gak mau makan" atau gak suka makan, atau makannya pilih-pilih. Hal ini bisa disebabkan karena proses MPASI yang kurang tepat dan bahkan traumatis. Soal makan anak emang paling bikin ibu-ibu ketar ketir sih termasuk saya. Tapi kuncinya memang hanya satu, edukasi dan percaya diri (eh itu dua ya).

Lagi-lagi, perlu kepercayaan diri dari ibu bahwa dirinya bisa membuatkan makanan asli yang sehat dan anak akan menyukainya. Lagi-lagi, butuh dukungan dari lingkungan, untuk tidak mendiskreditkan ibu-ibu yang memasak makanan homemade. Jangan diejek dong kalau masakannya ’kelihatan’ gak enak atau gak sesuai standar, jangan diejek dong kalo gak ngasih susu dibilang gak punya duit. Haduuh andai yang mencemooh seperti itu tahu dampak kalimatnya bagi planet ini.

Begitu terpatrinya sosok susu sebagai cairan yang sangat bernutrisi, bahkan lebih bernutrisi daripada ASI dan tumbuhan ciptaan Tuhan. Kenapa ya,  susu begitu emas di mata sebagian besar orang? Mungkin karena mereka punya iklan dan promosi yang sangat gencar bahkan sampai melanggar kode etik (bisa di klik di sini). Kok bisa? Kode etik apa? Jangan salah, pemasaran susu formula diatur sedemikian rupa, tapi tidak sedemikian kuat, supaya konsumen tetap mendahului ASI daripada susu formula. Tapi kenyataan di lapangan tidak seperti itu. Pemasaran sangat gencar bahkan sampai masuk ke komunitas-komunitas, dan event, yang seharusnya tidak diperbolehkan.


Tentu saja karena industri ini adalah industri yang sangat besar dengan modal dan keuntungan yang sangat besar pula. Padahal nutrisi juga bisa didapatkan dari makanan utuh dan asli, seperti sayur, buah, umbi dan kacang-kacangan.
Mendengar itu pasti orangtua memandang sebelah mata. Kenapa?
Ya karena gak ada yang namanya iklan sayur, gak ada yang namanya iklan ubi, adanya iklan susu. 
Gak ada iklan ASI, adanya iklan susu. Tau kan cara kerja iklan seperti apa? Exposure. Semakin sering tereskposure, semakin kuat alam bawah sadar memilih produk. 

Bagaimana dengan anak yang membutuhkan susu formula?

Ya, susu formula itu diciptakan sebagai life saver, kalau kata DSA nya Afka dulu. Makanya susu formula itu dijual juga di apotek kan yang 24 jam, bukan di kulkas?
Afka dulu minum susu formula ketika Afka masih tongue tie dan benar-benar gak bisa menyusui dari saya sampai dehidrasi (akibat saya juga kurang edukasi). Tapi alhamdulillah, dengan bantuan konselor laktasi, sampai 5 kali bolak balik, saya bisa menyusui kembali, InsyaAllah sampai 2 tahun. Bahkan biaya sekali ke konselor laktasi gak se-mahal beli susu formula 1 bulan.


Ada 1001 cara untuk kembali menyusui, dan hanya 3% ibu yang benar-benar tidak bisa menyusui karena kondisi medis (seperti anatomi payudara abnormal, kanker, dll). Bahkan ibu adopsi saja bisa menyusui lho, coba baca di buku Anti Stress Menyusui dokter Astri Praborini, atau di sini. Bayangkan, gimana caranya bisa menyusui tanpa pernah hamil? 

Bersyukurlah, karena ibu yang bisa hamil sebenarnya sudah dapat privilage yang tinggi sekali untuk berhasil menyusui. Bahkan ketika ada yang mengalami "ASI berhenti" di tengah jalan, masih bisa kok menyusui bahkan di usia anak 1 tahun lebih, karena ada yang namanya relaktasi. Tidak ada kata terlambat, bayi masih bisa mendapatkan manfaat ASI. Sekarang konselor laktasi sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia, bahkan di Indonesia juga sudah mulai dibangun bank ASI di Indonesia.

Tentu saja, semua ini tergantung dengan pilihan masing-masing ibu. Untuk yang belum berkesempatan menyusui, mohon jangan berkecil hati. Pasti sudah banyak tenaga dan usaha yang dikeluarkan, teman-teman bisa mendukung ibu-ibu yang lain, atau yang baru lahiran untuk menyusui. Caranya misalnya kasih edukasi atau berikan buku edukasi menyusui untuk kado lahiran, tambahin juga alat-alat menyusui kayak apron, pompa ASI, booster ASI dan lainnya. Kalau bisa jangan ujug2 kadoin susu formula ya :( hehe.

Ibu Wiryani Pambudi, beliau tidak pernah menyusui anaknya tapi jadi konselor menyusui dan mengedukasi banyak calon konselor laktasi. Mak @olevelove, anak pertamanya gak ASI eksklusif, tapi sekarang jadi icon tetegram alias selebgram ASI di Instagram dan penulis buku ASI. No sewot sewot club, no perang ASI vs sufor. Karena beliau-beliau ini tau manfaat ASI dan manfaatnya untuk masa depan dan lingkungan.

Semangat terus ya para ibu di luar sana. Semoga bisa memberi semangat untuk terus bisa menyusui di pekan menyusui dunia ini!
Breastfeeding is not a choice, it's a responsibility - The Fresh Quote
© Catatan Ibun | Parenting and Mindful Living • Theme by Maira G.