SLIDER

MILESTONE BABY A 23 BULAN


Satu bulan menuju ulang tahun yang ke-2 hiksss. Afka sudah menyapih, dan sudah bisa tidur dengan self-soothing sendiri. (Cerita menyapih bisa cek HL instagram saya ya). Tinggal PR saya potty training, sama mungkin dibiasain bobo di kamar baru (rencananya sama abah soalnya abahnya kasian). Semua karena persiapan ada dedek bayi. Antara bangga, terharu tapi juga bersalah, karena dia jadi udah mandiri banget di usia yang belum dua tahun ini. Kalau dibandingin sama anak-anak bule sih jauh ya mereka lebih independen banget sejak dini. Tapi namanya juga emak-emak Asia, masih pingin cuddle-cuddle, co-sleeping dan manja-in selama mungkin.

Tapi dia juga sudah menunjukkan kalau dia memang sudah besar, sudah mandiri. Lagi kelihatan banget fase autonomy nya. Dia ingin melakukan apa-apa oleh dia sendiri dan pakai caranya. Kalau dibantuin kadang malah marah. Huah, anak gede!

1. Bilang"permisi" dan "terima macih"

Sebenarnya jarang sekali dia bilang "permisi", tapi pernah dia stuck karena ketutupan abahnya atau gimana gitu, trus dia bilang "pemici" haha. Sebenarnya ini ibun yang sering begini, habisnya kan dia suka ngalangin saya kalau lagi beberes, nyapu ngepel. Yaiya kan dia suka main di tengah jalan kalau saya lagi ngepel, jadi saya sering bilang permisi hehe.

Kalau bilang terima kasih sih dia udah bisa dari lama, tapi menggunakan Baby Sign, selama ini dia kalau bilang terima kasih agak susah. Dia lebih bisa ngomong "nuhun", ahaha sunda pisan. Kalau terima kasih, dia lebih suka dibantu pakai Baby Sign Language. Nah sekarang dia sudah meninggalkan Baby Sign nya dan bilang timamacih. 

2. Ibu-ibu, bapak-bapak, anak-anak

Saya lupa sih ini dari bulan lalu atau bulan ini (bikin blognya rapel sih haha), tapi dia sekarang kalau menyebut orang lain yang dia ga tau namanya dan bukan keluarga itu sebagai ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak-anak, hahaha. Misalnya, saya waktu itu nonton Ariana Grande di Netflix. Karena dia dicuekin, dia bilang "ibun, gamau nonton ibu-ibu." Huahaha. Tapi dia juga ngeh sih kalau ibun itu ibu-ibu, abah itu bapak-bapak, dan Afka itu anak-anak. Kadang ga ada angin ga ada hujan dia tiba-tiba bilang "ibun ibu-ibu". Kayak absen gitu. Ya saya cuma bisa jawab "iya", hahaha. 

3. Me-Do! - Fase Autonomy

Jadi inget teori perkembangan di kuliah psikologi. Afka lagi masanya banget mengerjakan apa-apa sendiri, dan dengan caranya. Setelah dicek lagi, dia lagi di fase Autonomy vs. Shame and Doubt dari teori perkembangan psikososial Erik Erikson. Secara singkat, di fase ini anak sedang mengembangkan kemandirian dan self-esteemnya dalam melakukan sesuatu. Males guys, googling sendiri ya! hahaha. 

Contoh bentuk keinginginan untuk mandirinya nih, waktu itu dia ngeluarin beberapa bagian mainannya dari kotak, trus ibun bantu keluarkan satu. Bagian yang ibun ambil dia masukin lagi, trus dia keluarin lagi sendiri. BHAIK. Trus dia waktu itu mau minum, dia buka sendiri dan agak ngadat, jadi ibun bantuin, eh trus ditutup lagi sama dia trus berusaha buka lagi sampai berhasil. OK. Jadi gitu pokoknya harus dia yang melakukan hahah lucu yaaa.. 

4. Suka baca Al-fatihah

Jujur saya bukan orang yang alim banget, tapi saya pingin anaknya jadi anak sholeh (aamiin). Afka saya kenalkan dengan surat-surat pendek, doa, sholat, beli juz amma dan iqro. Ya standard aja lah, huhu. Nah tapi MasyaAllah dia lagi suka banget ngulang baca surat. Dia bilangnya "nyanyi" masa. Dia suruh "ibun nyanyi al kapiyun" (maksudnya ibun suruh ngaji Al-Kafirun). 

Nah selain itu dia justru hafal sama surat Al-Fathihah dan ternyata cukup bisa melantunkan satu surat meski ada yang terpotong. Kira-kira tahapannya sama sih seperti dia menyanyikan sebuah lagu. Awalnya banyak yang terpotong, tapi lama-lama dia makin melengkapi kalimatnya. Pas lagi main dia suka tiba-tiba baca itu, kayak nyanyi aja, biasanya dia kan kalau berkegiatan suka nyanyi sendiri. Tapi ini tiba-tiba dia melantunkan surat Al-Fatihah. MasyaAllah Tabarakallah!

Alhamduiyah, obil amin

Iya kanak buduya kanastakim

idina takim

tolaji am am ta, alaihim

aaamiiin (langsung loncat gitu wkw)

Ya kalo pake dinilai ya masih salah dan ga lengkap banget haha, tapi sebagai ibu ya saya bangga tho :")

5. Sayang dan cium ibun

Ini menggemaskan banget. Dia kayak lagi sayang-sayangnya sama ibun (cie). Dia suka tiba-tiba datengin saya, sambil bilang "Ibun", trus peluk dan mendekatkan mukanya ke muka saya atau badan saya, kadang-kadang cium gitu. Yaampun, ada apa nak? Ibun kan jadi ge er! Huhu apa karena mau dua tahun ya (masih gak paham apa hubungannya). Tapi ini so sweet banget. Huhu makasih nak untuk pelukan dan ciumannya, I love you!

No comments

Post a Comment

© Catatan Ibun | Parenting and Mindful Living • Theme by Maira G.